Minggu, 25 April 2010
Kekakahan tak Menyedihkan
Pada laga yang digelar Stadion Friuli, Kamis (22/4/2010) dinihari WIB, Roma tidak menurunkan kekuatan penuh. Claudio Ranieri memberi kesempatan kepada beberapa pemain lapis kedua untuk tampil. Berbeda dengan tuan rumah yang memang dituntut untuk menang minimal 3-0 langsung turun dengan kekuatan penuh.
Sejak menit awal pertandingan memang dikendalikan Udinese. Beberapa peluang berhasil diciptakan untuk membuka skor. Namun serangan bergelombang dari tuan rumah berhasil diredam oleh barisan bertahan Roma.
Udinese baru berhasil menciptakan gol dimenit ke 82 melalui Alexis Sanchez. Lolos dari kawalan John Arne Riise, Sanchez melepas sontekan tajam yang langsung menembus gawang Julio Sergio.
Gol tersebut langsung memicu semangat pasukan tuan rumah yang berharap bisa mencetak satu gol lagi agar pertandingan bisa lebih lama.
Namun barisan belakang Roma sukses membuang beberapa peluang yang diciptakan tuan rumah dan hingga akhir laga kedudukan tetap 1-0. Kemengan ini pun tak berarti apa-apa bagi Udinese karena tetap tersingkir.
Sabtu, 24 April 2010
Prediksi As Roma Merengkuh Gelar
Performa tak terkalahkan dalam 23 pertandingan, termasuk memenangi 17 di antaranya, adalah yang membuat Giallorossi berhasil memimpin perlombaan justru ketika kompetisi tersisa satu bulan saja.
“Apakah kami punya mental yang tepat? Tentu saja,” cetus penyerang Mirko Vucinic kepada Sky Sport.
“Kalian bisa lihat itu waktu kami tertinggal dari Inter. Hanya sedikit tim di dunia yang pernah melakukan seperti apa yang telah kami lakukan ini. Yang penting adalah jangan menyerah.”
Dalam sejarahnya Roma baru tiga kali menjuarai Liga Italia, yakni di tahun 1942, 1983, dan 2001. Sebelum musim ini, capaian terbaik mereka adalah runner up tiga musim berturut-turut di tahun 2006, 2007, dan 2008. Kali terakhir Roma mengangkat sebuah piala adalah di tahun 2008 di arena Coppa Italia. Waktu itu mereka mengalahkan Inter Milan di final dengan skor 2-1.
Sumber http://lagabola.com